Mencuri Karena Kelaparan, Hakim Nangis

Assalam'muallaiqum.wr.wb....Sampurasun...Rampes,
Beberapa waktu yang lalu, blog ini pernah mencaci Calon Hakim Agung "Muhamad Daming Sanusi" yang saya panggil dengan Hakim Kunyuk" karena candaanya yang tidak pantas diucapkan oleh calon yang mulia hakim agung, seyogyanya wajib pula saya memposting artikel soal Hakim yang masih punya nurani lumayan bagus, nah...artikel ini dicopas tanpa diedit dari wals salah satu sohib untuk sekedar mengingatkan saya pribadi, ternyata masih ada hakim yang dapat kita jadikan panutan...nuraninya masih peka.
SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG KARNA KELAPARAN, HAKIM MENANGIS SAAT MENJATUHKAN VONIS'' !!
Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,.... namun manajer PT A**** K**** ( B**** grup ) tetap pada tunt...utannya, agar menjd contoh bg warga lainnya. Hakim Marzuki menghela nafas., dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, 'maafkan saya', ktnya sambil memandang nenek itu,. 'saya tak dpt membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jd anda hrs dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tdk mampu bayar maka anda hrs msk penjara 2,5 tahun, spt tuntutan jaksa PU'. Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, smtr hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kpd hadirin. Saya atas nama pengadilan, jg menjatuhkan denda kpd tiap org yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorg kelaparan sampai hrs mencuri utk memberi mkn cucunya, sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kpd terdakwa ." Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dgn mengantongi uang 3,5jt rupiah, termsk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT A**** K**** yg tersipu malu krn telah menuntutnya. Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yg bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media tuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain utk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki yg berhati mulia.silahkan di Bagikan/share kepada teman2 anda

70 komentar

Click here for komentar
Tuesday, January 22, 2013 6:43:00 PM ×

merinding saya mengetahui ada hakim yang begitu mulia hatinya di saat hakim lain terjerembab kelubang kenistaan,
namun sayang, tempat lokasi dan tanggal kejadiannya tak disebutkan...semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 7:08:00 PM ×

tadi juga sudah baca ini pak di FB, emang kasian banget tuh orang pak..
koruptor saja ringan kok hukumannya, tapi nenek ini sangat berat hukumannya dengan hanya mengambil singkong :'(

oh iya pak, blog saya kok gak ada di Blogroll Terpanas ya pak ?? :D


#Salam sukses dan sehat selalu buat bapak dan keluarga dirumah

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 7:13:00 PM ×

tuh kan Kang, ternyata masih tersisa mutiara yang berharga di antara tumpukan sampah menggunung di sekitar kita. dukung hakim bernurani. hidup hati nurani.

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 7:29:00 PM ×

Wah terharu bacanya... ternyata masih ada penegak hukum yang bijak seperti itu. Dan yang nuntut itu keterlaluan, bukannya membantu orang miskin.

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 7:47:00 PM ×

kisah yg mengharukan kang..., andaikan semua hakim demikian....

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 7:57:00 PM ×

Waalaikumsalam wr.wb.ternyata masih ada hakim yang baik,semoga jadi contoh untuk hakim yang lain.terlalu timpang keadilan di negri ini

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 7:57:00 PM ×

pernah baca juga kisah nenek itu kang,tapi lupa sumbernya...klu gak salah di facebook dulu waktu masih aktif di facebook.
suer aku nitik air mata kang pertama kali baca kisah ini,semoga masih dan selalu ada kepedulian antar sesama dinegri kita tercinta ini ya kang.

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 8:05:00 PM ×

saya juga perna baca artikel ini kang. sangat terharu melihat nenek itu. coba hakim di indonesia semua seperti hakim Marzuki.

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 8:05:00 PM ×

Kasihan memang kalau kayak gini. Orang orang yang kayak gini harusnya masuk surga. :(

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 8:06:00 PM ×

Maksud nya hakim marzuki siapa bro ? marzuki ali ???

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 8:09:00 PM ×

wah....saya setuju pendapat sobat Muhammad Rakadinata
saya juga mau masuk syurga.....:)

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 8:17:00 PM ×

hidup kpk (baca:komunitas pecinta komen)

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 8:45:00 PM ×

Sungguh kisah yang menyejukkan. Semoga saja ini dapat menjadi pelajaran positif.

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 8:57:00 PM ×

link desa cilembu ada ngga di blog SEO mu?

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 9:09:00 PM ×

betul bang ngga ada keterangan detailnya, tapi semoga inti sari dari sajian artikel ini dapat sampe pada saya pribadi, karena artikel sebelumnya terlalu galak pada pa daming...maaf y bang.

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 9:10:00 PM ×

Kalau melihat cerita seperti itu menurutku yang paling bersalah adalah lingkungannya, Tau tetangganya hidup seperti itu kok tidak peduli sama sekali. Semoga akan ada banya lagi hakin seperti hakim Marzuki tersebut

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 9:17:00 PM ×

kang zach: harusnya calon hakim agung dipilihnya ngga dari karier y, tapi dari kinerjanya dan nuraninya kalih y?kang

Kang Reo : jangan tanyakan apa yang telah KPK berikan u/kita, tapi tanyakan apa yang telah kita berikan u/KPK...hahahaa

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 9:18:00 PM ×

kang Kstiawan : cuman ngopi doang...:o)

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 9:22:00 PM ×

bener kang, moga bisa jadi pelajaran untuk kita semua agar lebih peka.

terimakasih silaturahminya insyaallah jadi pahala

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 9:23:00 PM ×

sejahteralah negeri ini, maka menjadi layak sebutan "yang mulia" pada mereka

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 9:26:00 PM ×

aaaaamiiiin..
tentu masih ada dan banyak, sayangnya orang baik memang lebih suka bersembunyi...mereka malu sama Gusti Allah SWT, kang agus nya'..?

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 9:31:00 PM ×

Kang Reo: inipun dicopas tanpa edit dari fb, untuk mengingatkan saya pribadi, dan...biar seimbang dgn artikel sebelumnya.

saya sedang berupaya masuk surga. kang Raka...:o)

Kang Kstiawan :..cup..cup..cup..(sambil nyodorin tisyu)

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 9:33:00 PM ×

kang NBT: subur makmur loh jinawi lah kita semua.

Kang raka:...kasih tau ngga yaaak??...hehee

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 9:36:00 PM ×

setujuh kang slamet, insyaallah bisa jadi pelajaran untuk kita semua agar peka dan segera membantu tetangga dilingkungan kita yang kurang beruntung...hayo...hayooo...kita mulai dari yang terdekat, agar ngga ada lagi yang terpaksa mencuri karena lapar.
terimakasih silaturahminya kang, salam sehat selalu

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 9:37:00 PM ×

kemaren saya update status begini di fb:

"Hati-hati yang suka over-generelized (lebay menggeneralisasi) suatu profesi. Semua polisi nerima suap, semua guru sering melasah/kasar/garang, semua politisi busuk, semua wakil rakyat penjahat, blablabla etc. Hati-hati! Jika ternyata faktanya yang digeneralisasi itu salah, bagaimana tanggung jawab kita terhadap kata 'SEMUA' di hadapan Allah kelak?"

dan setelah baca postingan ini, jelaslah sudah bahwa tidak SEMUA hakim itu bisa disuap..

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 11:14:00 PM ×

saya bangga ternyata masih banyak hakim yang mulia hati dan perbuatannya dan berpihak kepada kaum miskin papa. walaupun secara prinsip perbuatan mencuri adalah kriminal dan layak dihukum , karena semua warga negara sama kedudukannya di mata hukum.

contoh mudahnya kasus rasyid, anak mentri yang menabrak orang hingga tewas, dituntut ke meja hukum. Hakim yang tidak bisa mengontrol joke nya yang melecehkan korban perkosaan juga sudah dihukum. begitupula dengan sang nenek yang notabenenya adalah masyarakat biasa. baik pejabat tinggi maupun rakyat, jika bersalah harus dihukum sesuai undang undang berlaku.

namun ada kalanya hukum harus mempertimbangkan hati nuraninya diluar ketentuan baku undang undang penegakan hukum. Dan ini sudah dicontohkan dengan sempurna oleh hakim yang memutuskan sidang, Hakim Marzuki. Saya kagum

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 11:29:00 PM ×

Saya sangat salut dengan yang dilakukan oleh hakim itu,, hakim seperti itu perlu dicontoh oleh hakim2 lainnya..

Cerita diatas bikin saya merinding akan kebaikan dan ketulusan hakim..

Balas
avatar
admin
Tuesday, January 22, 2013 11:30:00 PM ×

"SEMUA anggota KPK ganteng", gimana pendapat neng dini dengan kalimat itu?

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 8:12:00 AM ×

semoga pemerintah yang berwenang membaca postingan ini..
contohlah Umar bin Abdul Aziz, selama kepemimpinannya, tidak ada satupun orang yang miskin karena beliau sangat memperhatikan rakyatnya

jabatan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat ya kang, kalo menyia-nyiakan rakyatnya sudah pasti akan ada pertanggung jawaban juga nanti..
udah ya kang, jadi ngelantur hehe...

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 8:52:00 AM ×

semoga masih banyak hakim-hakim yang seperti itu ya kang

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 9:27:00 AM ×

gak adil ya pak??..
memang hakim yang adil hanya DIA :)
sabar, kita bantu bantu doa untuk rakyat ^,^ .

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 10:01:00 AM ×

marzuki ahmad tukang bakso sebelah...

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 10:10:00 AM ×

Amiin..Amiin...Amiin.

*pulang dapet nasi kotak

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 10:14:00 AM ×

saya setuju dengan kang Cilembu. kalau anggota KPK ganteng-ganteng.

*yang ganteng. yang jelek tetep jelek..

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 10:16:00 AM ×

merinding bulu roma.. auwww..

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 10:21:00 AM ×

bulu roma itu letaknya dimana y?

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 10:59:00 AM ×

sempurna pisan kang...jadi susah buat dikomentari balik....

salam KPK selalu

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 11:01:00 AM ×

ada klepon dua biji kang...:o)

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 1:11:00 PM ×

Alhamdulillah.. ternyata masih ada hakim yang memiliki hati nurani. semoga semakin banyak hakim-hakim yang berhati nurani seperti hakim tersebut

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 2:00:00 PM ×

sungguh kejadian yang mengharukan kang , , sungguh kasihan nenek tadi hingga mencuri untuk memberikan makan cucunya

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 2:12:00 PM ×

waduh,,,kasihan si nenek,dan salut buat pak hakimnya....

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 4:29:00 PM ×

wah gmana nih kok gak masuk tipi gan, ayo temen2 wartawan ditindak lanjuti biar jadi contoh, bijak sekali pak hakim ini

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 4:31:00 PM ×

kome ane kok gak muncul ya? :D

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 4:45:00 PM ×

aaamiiiin...
sulit mencari sosok seperti Umar bin Abdul Aziz dijaman seperti ini, yang mirip azh juga susah y kang.

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 4:49:00 PM ×

berdoa...mulai
(sambil menundukkan kepala)

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 5:46:00 PM ×

alhamdulillah masih ada yg berhati nurani.
salam Kang

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 5:55:00 PM ×

Ganteng itu anugrah, jelek itu mutlak :D

#lagi sadis

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 5:57:00 PM ×

Plus sandal baru.

#boleh nuker

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 6:00:00 PM ×

Yang dua bijimah pusaka, ngilu kalo dibagi!

Balas
avatar
admin
Wednesday, January 23, 2013 9:40:00 PM ×

sumuhun pak leres!mungkin bersembunyi untuk tidak menonjilkan kebaikan nya

Balas
avatar
admin
Thursday, January 24, 2013 9:41:00 AM ×

mas Kstiawan kaya punya bulu aja

Balas
avatar
admin
Thursday, January 24, 2013 12:42:00 PM ×

tujuh bunga : perhatikan alis matanya setebal silet, artinya gondrong tuh....;O)

Balas
avatar
admin
Thursday, January 24, 2013 12:45:00 PM ×

aaaamiiiin kang, itulah harapan seluruh anak negri

Balas
avatar
admin
Thursday, January 24, 2013 1:54:00 PM ×

tayangannya ngga buming sih kolo yang beginian mah.

Balas
avatar
admin
Thursday, January 24, 2013 1:58:00 PM ×

masuk spam kang, udah dipublih tuh

Balas
avatar
admin
Thursday, January 24, 2013 2:01:00 PM ×

aaaaammiiiin...moga tambah banyak y kang.
salam sehat kang

Balas
avatar
admin
Wednesday, March 25, 2015 11:40:00 AM ×

Hehehe sangat mengharukan yaa ... memang kemiskinan di indonesia ini sudah makin parah .... jadi terpaksa orang jadi mencuri

Tempat Kursus Website, SEO, Desain Grafis 2015

Balas
avatar
admin
Terima kasih sudah berkomentar